GURU IDEAL ITU APA SIH ?
Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal
41 ayat (3) mengamanatkan Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memfasilitasi
satuan pendidikan dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang diperlukan untuk
menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu
adalah pendidikan yang berfungsi untuk menyiapkan peserta didik agar dapat
menghadapi tantangan perubahan dalam kehidupan lokal, nasional, dan global melalui pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan.
Oleh karena itu, pendidikan perlu dikembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi.
Direktorat Pembinaan dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar
(P2TK Dikdas) merupakan salah satu lembaga yang senantiasa membantu guru dalam upaya
peningkatan mutu pendidikan di SMP, salah satunya melalui lomba inovasi
pembelajaran.
Pembelajaran pada era sekarang ini tidak hanya menuntut “Transfer of Knowledge”
yaitu seorang guru hanya mentransfer pengetahuan yang dimilikinya kepada
peserta didiknya, akan tetapi
pembelajaran pada era sekarang ini juga menuntut guru untuk “transfer
of value” yaitu membentuk karakter, tingkah
laku ataupun akhlak peserta didiknya agar lebih baik. Dalam hal ini seorang guru
dituntut untuk tidak hanya mengejar dan mementingkan perkembagan
kognitif pesertanya saja, akan tetapi juga harus memperhatikan perkembangan
dari segi afektif dan psikomotorik
peserta didiknya.
Pada saat ini menggejala
dikalangan remaja yakni berbentuk kenakalan remaja. Salah satu diantaranya yaitu tawuran
pelajar. Di beberapa kota besar
hal semacam ini justru menjadi
suatu tradisi. Minimnya karakter pada
diri anak terlihat pula ketika pergaulan bebas masih banyak
terjadi pada kalangan pelajar. Penggunaan narkotik, miras, pemalakan, dan lain
sebagainya masih belum dapat terelakkan.
Dennis Coon dalam bukunya
Introduction to Phsycology : Exploration
and Aplication mendefinisikan karakter sebagai suatu penilaian
subjektif terhadap kepribadian
seseorang yang berkaitan dengan atribut
kepribadian yang dapat atau tidak dapat diterima oleh masyarakat.Karakter
setiap manusia belajar untuk mengatasi dan memperbaiki kelemahannya, serta
memunculkan kebiasaan positif yang baru,
yang kita kenal dengan karakter.
Pada dasarnya, pada perkembangan
seorang anak adalah mengembangkan
pemahaman yang benar tentang
bagaimana dunia ini bekerja, mempelajari “ aturan main” segala aspek yang ada di dunia ini .
Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter apabila tumbuh pada
lingkungan yang berkarakter.
Belajar dengan permainan (Learning
by playing) dapat menciptakan anak belajar melalui permainan. Banyak hal yang
dapat anak pelajari dengan permainan, keseimbangan antara motorik halus dan
motorik kasar sangat mempengaruhi perkembangan psikologis anak. Permainan akan
memberikan kesempatan untuk belajar menghadapi situasi kehidupan sekaligus
belajar memecahkan masalah.
Permasalahan belajar yang sering
dialami di dalam kelas biasanya: tidak konsentrasi seperti melamun atau
mengantuk; tidak dapat memahami,karena
tidak adanya kesiapan dalam belajar dengan membaca pelajaran yang akan mereka
terima dikelas; mudah lupa apa yang
sudah diingat, karena tidak adanya media nyata yang guru perlihatkan kepada
siswa; serta otak merasa “penuh”/ “jenuh”, karena dijejali dengan setumpuk materi yang harus mereka kuasai
dengan cara yang monoton dan membosankan dari cara guru yang tidak
variatif dalam membawakan pembelajaran
dikelas.
Kegiatan yang melibatkan otak kiri
dan kanan sekaligus pasti menyenangkan, misalnya membaca komik, menonton film
kartun, atau main games. Sesuatu yang bersifat monoton dan terpola akan
menyebabkan Kejenuhan Otak. Itulah yang ada
pada format materi pelajaran anak sehari-hari. Belajar akan menyenangkan kalau
kita melibatkan kedua belah otak kita,
yaitu otak kiri dan otak kanan.
Sedangkan Guru yang baik adalah guru yang dapat
menyampaikan pesan kepada peserta didiknya .
Guru yang baik dan professional akan
senantiasa mengevaluasi dan merefleksikan
setiap pembelajaran yang telah dilakukannya. Suatu pembelajaran yang
telah dipersiapkan dengan baik dan evaluasi pada setiap kegiatan, guru akan
mengetahui tingkat pemahaman siswa dan
motivasi yang siswa miliki dari setiap kegiatan yang telah guru berikan.
Terkadang guru terus menerus bertanya
kepada diri sendiri apa sasaran yang dicapai untuk guru dan siswanya. Apakah
pembelajaran yang dibawakan dapat membawa siswa mencapai semua jenis tujuan kognitif, mulai dari pengetahuan,
penerapan hingga kreativitas, dan pada saat yang sama siswa mempelajari tujuan
afektif, seperti kecintaan belajar, rasa
hormat terhadap orang lain dan tanggung jawab pribadi.
Menjadi
guru yang ideal, kreatif, dan inovatif merupakan suatu profesi yang harus
dimiliki oleh guru. Masa depan di tentukan oleh kader-kader bangsa, sedangkan
tanggung jawab utama dalam memberikan bimbingan generasi penerus ditentukan oleh peran guru sebagai
pendidik, karena mereka yang langsung
berinteraksi dengan siswa dalam
pembentukan kepribadian, pengalaman,mengembangkan imajinasi dan membuat mereka
tangguh menghadapi masa depan.
Sumber
: Nurahayu
Bagan
.1.1 Ciri-ciri guru ideal, kreatif, dan
inovatif
Dari bagan diatas kita dapat melihat sosok guru ideal, kreatif, dan
inovatif, diantaranya :
1.
1. Menguasai
materi pelajaran secara mendalam
Kemampuan
menguasai bahan harus dimiliki betul
oleh seorang guru, kemampuan menguasai
bahan atau materi pelajaran yang diajarkan terdiri dari dua bagian , yaitu :
a. Menguasai bahan bidang studi dan kurikulum sekolah, dapat diilakukan
dengan cara :
-
Mengkaji bahan kurikulum bidang studi.
-
Mengkaji
isi buku-buku teks bidang studi yang bersangkutan.
- Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang disarankan dalam kurikulum bidang studi
yang bersangkutan.
b. Menguasai bahan pendalaman/aplikasi
bidang studi, dapat dilakukan dengan cara :
-
Mempelajari
ilmu yang relevan.
-
Mempelajari
aplikasi bidang ilmu ke dalam bidang ilmu lain (untuk program-program studi
tertentu).
-
Mempelajari
cara menilai kurikulum bidang studi.
2.
2. Mempunyai
wawasan luas
Seorang guru
senantiasa menambah wawasannya selain mata pelajaran yang ia ajarkan kepada
anak didiknya. Wawasan dapat diperoleh
dari berbagai media baik internet, majalah, media massa, bahkan sering
berbagi pengalaman dalam membuat pembelajaran yang menarik dengan berdiskusi dengan guru lainnya dalam suatu acara forum ilmiah yang diadakan
di departemen pendidikan tempat guru berada, sehingga dapat memperluas
pemikirannya untuk membantu dalam proses pembelajaran dikelas.
3.
Memiliki variasi pendekatan, Metode, Model, dan Media
Seorang guru senantiasa menggunakan metodologi pembelajaran yang bervariatif. Metodologi
berupa pendekatan pembelajaran, metode
pembelajaran, model pembelajaran, dan
media pembelajaran yang digunakan
pasti berbeda dari konsep yang akan diberikan. Dengan bervariasinya metodologi pembelajaran yang diberikan kepada
siswa pembelajaran akan lebih berhasil.
4.
4. Menggabungkan
teori dengan praktek
Praktek merupakan
pelengkap dari teori, ilmu dapat berkembang dengan pesat. Anak-anak pun terlatih untuk menerapkan ilmu yang
dipelajari. Dari sini kita akan mengevaluasi pemahamannya terhadap materi yang
diajarkan.
Sumber : Penulis
Foto 1.1. Siswa membuat kertas lakmus dari kunyit, sebagai
indicator asam – basa
5.
5. Learning
by playing
Belajar dengan permainan (Learning by playing) dapat menciptakan
anak dapat belajar melalui permainan.
Banyak hal yang dapat anak pelajari dengan permainan, keseimbangan antara halus
dan kasar sangat mempengaruhi perkembangan psikologis anak. Permainan akan
memberikan kesempatan untuk belajar menghadapi situasi kehidupan sekaligus
belajar memecahkan masalah.
6.
6. Kreatif
dengan membuat media sendiri
Guru
yang kreatif, selalu terobsesi untuk membuat media pembelajaran
dengan idenya sendiri, yang tentunya dari berbagai bacaan yang telah ia
kaji. Media yang dibuat guru akan lebih mengena kepada siswa karena guru
sendiri yang mengetahui materi apa yang
hendak disampaikan, dan apakah dengan alat tersebut siswa dapat memahaminya.
Contoh media yang telah dibuat penulis
berupa poster komik interaktif, media kartu kuartet, media puzzle, dan media carta tempel. Dengan tujuan anak dapat belajar dengan cara yang menyenangkan (Learning by Playing) yang tentunya
berdasarkan materi yang guru
sampaikan.
Media Puzzle
merupakan salah satu media buatan penulis sendiri dari alat-alat sederhana dan barang
bekas.merupakan salah satu media buatan
guru yang disajikan kepada anak didik agar anak didik memililiki kreativitas dan
hasil belajar yang meningkat dalam pembelajaran. Sebagai kreativitas guru
dengan membuat media sendiri dari bahan yang mudah di dapat. Sedangkan Media BPBS (Buku Pendamping Belajar Siswa) sebagai
media pendukung puzzle yang menuntun siswa dalam pembelajaran dari kompetensi
yang harus dimiliki siswa, karena guru yang akan mengaktifkan siswa akan lebih
baik apabila guru itu sendiri yang
membuat buku pendamping belajar siswa,
selain guru memahami apa yang akan disampaikan guru akan menambah wawasan dari
tulisan materi yang telah dibuatnya sendiri.
Media Puzzle
dapat membawa anak Learning by playing, situasi pembelajaran
akan lebih menyenangkan karena ada
aktivitas yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dengan menggambarkan gambar
dari media puzzle yang mereka amati.
Dari pembuatan
dan penerapan media puzzle yang dikombinasikan dengan BPBS (Buku Pendamping
Belajar Siswa) selain meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa,
meningkatkan kreativitas siswa bagi penulis pun memiliki inovasi dan
kreativitas dari penggunaan media yang sederhana menjadi media yang memberikan
perubahan luar biasa untuk anak didiknya didalam setiap pembelajaran
Moga bermanfaat.. Wallohu'alam bishowab