Kamis, 01 Desember 2016

GURU IDEAL ITU APA SIH ?


GURU IDEAL ITU APA SIH ?

 
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 41 ayat (3) mengamanatkan Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memfasilitasi satuan pendidikan dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu adalah  pendidikan yang berfungsi  untuk menyiapkan peserta didik agar dapat menghadapi tantangan perubahan dalam kehidupan lokal, nasional,  dan global melalui pembelajaran  aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Oleh karena itu,  pendidikan  perlu dikembangkan  secara berkelanjutan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan   teknologi.
            Direktorat Pembinaan  dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (P2TK Dikdas) merupakan salah satu lembaga yang senantiasa membantu guru dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SMP, salah satunya melalui lomba inovasi pembelajaran.
            Pembelajaran  pada era sekarang ini  tidak hanya menuntut “Transfer of Knowledge” yaitu seorang guru hanya mentransfer pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didiknya, akan  tetapi pembelajaran pada era sekarang ini juga menuntut guru untuk  “transfer of value” yaitu membentuk karakter, tingkah  laku ataupun akhlak peserta didiknya agar lebih baik. Dalam hal ini  seorang guru  dituntut untuk tidak hanya mengejar dan mementingkan perkembagan kognitif pesertanya saja, akan tetapi juga harus memperhatikan perkembangan dari segi afektif dan  psikomotorik peserta didiknya.
            Pada saat ini  menggejala  dikalangan  remaja  yakni berbentuk kenakalan  remaja. Salah satu diantaranya yaitu  tawuran  pelajar. Di beberapa kota besar  hal semacam  ini justru menjadi suatu  tradisi. Minimnya karakter pada diri anak  terlihat  pula ketika pergaulan bebas masih banyak terjadi pada kalangan pelajar. Penggunaan narkotik, miras, pemalakan, dan lain sebagainya masih belum dapat terelakkan.
            Dennis Coon dalam bukunya Introduction  to Phsycology : Exploration and Aplication mendefinisikan  karakter sebagai suatu  penilaian  subjektif  terhadap kepribadian seseorang yang  berkaitan dengan atribut kepribadian yang dapat atau tidak dapat diterima oleh masyarakat.Karakter setiap manusia  belajar untuk  mengatasi dan memperbaiki kelemahannya, serta memunculkan  kebiasaan positif yang baru, yang kita kenal dengan karakter.
            Pada dasarnya, pada perkembangan seorang anak adalah mengembangkan  pemahaman yang benar tentang  bagaimana dunia ini bekerja, mempelajari “ aturan  main” segala aspek yang ada di dunia ini . Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter apabila tumbuh pada lingkungan yang berkarakter.
            Belajar dengan permainan (Learning by playing) dapat menciptakan anak   belajar melalui permainan. Banyak hal yang dapat anak pelajari dengan permainan, keseimbangan antara motorik halus dan motorik kasar sangat mempengaruhi perkembangan psikologis anak. Permainan akan memberikan kesempatan untuk belajar menghadapi situasi kehidupan sekaligus belajar memecahkan masalah.
            Permasalahan belajar yang sering dialami di dalam kelas biasanya: tidak konsentrasi seperti melamun atau mengantuk;  tidak dapat memahami,karena tidak adanya kesiapan dalam belajar dengan membaca pelajaran yang akan mereka terima dikelas;  mudah lupa apa yang sudah diingat, karena tidak adanya media nyata yang guru perlihatkan kepada siswa; serta otak merasa “penuh”/ “jenuh”, karena dijejali  dengan setumpuk materi yang harus  mereka kuasai  dengan cara yang monoton dan membosankan dari cara guru yang tidak variatif  dalam membawakan pembelajaran dikelas.
            Kegiatan yang melibatkan otak kiri dan kanan sekaligus pasti menyenangkan, misalnya membaca komik, menonton film kartun, atau main games. Sesuatu yang bersifat monoton dan terpola akan menyebabkan Kejenuhan  Otak. Itulah yang ada pada format materi pelajaran anak sehari-hari. Belajar akan menyenangkan kalau kita  melibatkan kedua belah otak kita, yaitu otak  kiri dan otak kanan. Sedangkan Guru yang baik adalah guru yang dapat  menyampaikan pesan kepada peserta didiknya .
            Guru yang baik dan professional akan senantiasa mengevaluasi dan merefleksikan  setiap pembelajaran yang telah dilakukannya. Suatu pembelajaran yang telah dipersiapkan dengan baik dan evaluasi pada setiap kegiatan, guru akan mengetahui  tingkat pemahaman siswa dan motivasi yang siswa miliki dari setiap kegiatan yang telah guru berikan. Terkadang guru terus menerus  bertanya kepada diri sendiri apa sasaran yang dicapai untuk guru dan siswanya. Apakah pembelajaran yang dibawakan dapat membawa siswa mencapai semua jenis  tujuan kognitif, mulai dari pengetahuan, penerapan hingga kreativitas, dan pada saat yang sama siswa mempelajari tujuan afektif, seperti  kecintaan belajar, rasa hormat terhadap orang lain dan tanggung jawab pribadi.
Menjadi guru yang ideal, kreatif, dan inovatif merupakan suatu profesi yang harus dimiliki oleh guru. Masa depan di tentukan oleh kader-kader bangsa, sedangkan tanggung jawab utama dalam memberikan bimbingan generasi  penerus ditentukan oleh peran guru sebagai pendidik, karena mereka  yang langsung berinteraksi dengan siswa  dalam pembentukan kepribadian, pengalaman,mengembangkan imajinasi dan membuat mereka tangguh menghadapi masa depan.

Sumber : Nurahayu
Bagan .1.1 Ciri-ciri  guru ideal, kreatif, dan inovatif
           Dari bagan diatas kita dapat melihat sosok guru ideal, kreatif, dan inovatif, diantaranya :
1.          1. Menguasai materi pelajaran secara mendalam
Kemampuan menguasai bahan  harus dimiliki betul oleh seorang guru, kemampuan  menguasai bahan atau materi pelajaran yang diajarkan terdiri dari dua bagian , yaitu :
a.    Menguasai bahan  bidang studi dan kurikulum sekolah, dapat diilakukan dengan cara :
-       Mengkaji  bahan kurikulum bidang studi.
-       Mengkaji isi buku-buku teks bidang studi yang bersangkutan.
-       Melaksanakan kegiatan-kegiatan  yang disarankan dalam kurikulum bidang studi yang bersangkutan.
b.    Menguasai bahan pendalaman/aplikasi bidang studi, dapat dilakukan dengan cara :
-          Mempelajari ilmu yang relevan.
-          Mempelajari aplikasi bidang ilmu ke dalam bidang ilmu lain (untuk program-program studi tertentu).
-          Mempelajari cara menilai kurikulum bidang studi.
2.            2. Mempunyai wawasan  luas
Seorang guru senantiasa menambah wawasannya selain mata pelajaran yang ia ajarkan kepada anak didiknya. Wawasan dapat diperoleh  dari berbagai media baik internet, majalah, media massa, bahkan sering berbagi pengalaman dalam membuat pembelajaran yang menarik  dengan berdiskusi  dengan guru lainnya  dalam suatu acara forum ilmiah yang diadakan di departemen pendidikan tempat guru berada, sehingga dapat memperluas pemikirannya untuk membantu dalam proses pembelajaran dikelas.
3.         Memiliki variasi  pendekatan, Metode, Model, dan Media
Seorang guru  senantiasa menggunakan metodologi  pembelajaran yang bervariatif. Metodologi berupa  pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, model pembelajaran, dan  media pembelajaran  yang digunakan pasti berbeda dari konsep yang akan diberikan. Dengan bervariasinya  metodologi pembelajaran yang diberikan kepada siswa  pembelajaran akan lebih berhasil.
4.            4. Menggabungkan teori dengan praktek
Praktek merupakan pelengkap dari teori, ilmu dapat berkembang dengan pesat. Anak-anak pun  terlatih untuk menerapkan ilmu yang dipelajari. Dari sini kita akan mengevaluasi pemahamannya terhadap materi yang diajarkan.

 
Sumber : Penulis
Foto 1.1. Siswa membuat kertas lakmus dari kunyit, sebagai indicator asam – basa
5.            5. Learning by playing
Belajar dengan permainan (Learning by playing) dapat menciptakan anak  dapat belajar melalui permainan. Banyak hal yang dapat anak pelajari dengan permainan, keseimbangan antara halus dan kasar sangat mempengaruhi perkembangan psikologis anak. Permainan akan memberikan kesempatan untuk belajar menghadapi situasi kehidupan sekaligus belajar memecahkan masalah.
6.            6. Kreatif dengan membuat media sendiri
Guru yang kreatif, selalu terobsesi untuk membuat media  pembelajaran  dengan idenya sendiri, yang tentunya dari berbagai bacaan yang telah ia kaji. Media yang dibuat guru akan lebih mengena kepada siswa karena guru sendiri yang mengetahui  materi apa yang hendak disampaikan, dan apakah dengan alat tersebut siswa dapat memahaminya. Contoh media yang  telah dibuat penulis berupa poster komik interaktif, media kartu kuartet, media puzzle, dan  media carta tempel. Dengan tujuan anak  dapat belajar dengan  cara yang menyenangkan (Learning by Playing) yang tentunya  berdasarkan materi yang  guru sampaikan.
Media Puzzle merupakan salah satu media buatan penulis  sendiri dari alat-alat sederhana dan barang bekas.merupakan salah satu  media buatan guru yang disajikan kepada anak didik agar anak didik memililiki kreativitas dan hasil belajar yang meningkat dalam pembelajaran. Sebagai kreativitas guru dengan membuat media sendiri dari bahan yang mudah di dapat. Sedangkan  Media BPBS (Buku Pendamping Belajar Siswa) sebagai media pendukung puzzle yang menuntun siswa dalam pembelajaran dari kompetensi yang harus dimiliki siswa, karena guru yang akan mengaktifkan siswa akan lebih baik apabila  guru itu sendiri yang membuat  buku pendamping belajar siswa, selain guru memahami apa yang akan disampaikan guru akan menambah wawasan dari tulisan materi yang telah dibuatnya sendiri.
Media Puzzle dapat membawa  anak  Learning by playing, situasi pembelajaran akan lebih menyenangkan  karena ada aktivitas yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dengan menggambarkan gambar dari media puzzle yang mereka amati.
Dari pembuatan dan penerapan media puzzle yang dikombinasikan dengan BPBS (Buku Pendamping Belajar Siswa) selain meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa, meningkatkan kreativitas siswa bagi penulis pun memiliki inovasi dan kreativitas dari penggunaan media yang sederhana menjadi media yang memberikan perubahan luar biasa untuk anak didiknya didalam setiap pembelajaran


 Moga bermanfaat.. Wallohu'alam bishowab