Fungsi Museum dan Alur Koleksi di Museum
A. Fungsi Museum
Berdasarkan Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 1995 : dalam Pedoman Museum Indoneisa, 2008. Museum memiliki
tugas menyimpan, merawat, mengamankan dan memanfaatkan koleksi museum berupa
benda cagar budaya.
Museum memiliki dua fungsi besar
yaitu :
1. Penyimpanan, yang meliputi pengumpulan benda
untuk menjadi koleksi, pencatatan koleksi, sistem penomoran dan penataan
koleksi.
Ø Perawatan, yang meliputi kegiatan
mencegah dan menanggulangi kerusakan koleksi.
Ø Pengamanan, yang meliputi kegiatan
perlindungan untuk menjaga koleksi dari gangguan atau kerusakan oleh faktor
alam dan ulah manusia.
Contoh alat tata ruang rumah bangsawan yang
harus kita jaga


Tata ruang rumah bangsawan
Penataan ruangan dan perlengkapan
rumah dapat menunjukkan status social
pemiliknya. Rumah kalangan bangsawan pada abad 19-20 umumnya berdinding geybod,
yaitu dinding kayu berukir. Disetiap ruangan ditata dengan perlengkapan rumah
yang sesuai dengan penggunaannya
2. Sebagai sumber informasi, museum
melaksanakan kegiatan pemanfaatan melalui penelitian dan penyajian.
Ø Penelitian dilakukan untuk
mengembangkan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ø Penyajian harus tetap memperhatikan
aspek pelestarian dan pengamanannya.


Bokor emas . No koleksi Museum Sri
Baduga. Inv. 04. 927
Bokor
ini ditemukan dalam keadaan tidak utuh ditempat pemakaman umum di Desa Gebang Hilit,
Kab. Cirebon. Oleh seorang penduduk ketika sedang menggali tanah. Diperkirakan
sekitar abad 16 Masehi pada zaman Kerajaan Islam di Cirebon, terbuat dari emas
18 karat dengan berat 1.4 Kg. Bokor ini terdiri dari wadah dan tutup yang
dipenuhi dengan ornament motif vandal-vandel seperti kubah terbalik dengan
motif hiasan suluran. Tepian bibir dihiasi ban melingkat berisikan motif kawung
dari bagian tengahnya dengan motif ceplokan.
Tempat
penyimpanan bokor emas ini disimpan dalam ruangan yang sangat ketat memiliki
gerbang yang kuat dan kokoh untuk keamanan dari ulah manusia.
B. Alur Koleksi di Museum
Dalam
membuat Alur Sirkulasi Koleksi di Museum ada langkah-langkah yang dilakukan,
seperti dibawah ini:
1.Dicari Benda Calon
koleksi
Imbalan
jasa
Temuan
Hibah
Titipan
2. Tim
penilai sedang menganalisa dan mengidentifikasi benda calon koleksi
4. Dibuat berita acara
5. Diberi
nomor dan dicatat pada daftar registrasi
6. Pencatatan
pada buku registrasi/invetarisasi
7. Pemotretan koleksi
8. Pendeskripsian koleksi
9.Entri
data koleksi
10. Pencatatan koleksi pada buku induk
11.Perawatan koleksi

12. Pengumpulan data melalui studi
lapangan
13. Penyimpanan koleksi di storage













