Pengertian dan Sejarah Museum
Penelitian mengenai masa lalu bangsa kita
sejak tahun 70-an memperlihatkan
perkembangan yang menggembirakan. Namun penelitian mengenai zaman kuno relative
tidak secepat kemajuan penelitian mengenai zaman-zaman yang lebih mutakhir.
Antara lain pengumpulan data arkeologis
tidak secepat pengumpulan data sejarah dari arsip, atau sumber tertulis
lainnya. Museum sebagai lembaga tempat menyimpan warisan budaya masyarakat.
A. Pengertian Museum
Secara
etimologis, museum berasal dari kata Yunani, Μουσεῖον atau mouseion,
yang sebenarnya merujuk kepada nama kuil untuk sembilan Dewi Muses, anak-anak
Dewa Zeus yang melambangkan ilmu dan kesenian. Bangunan lain yang diketahui
berhubungan dengan sejarah museum adalah bagian kompleks perpustakaan yang
dibangun khusus untuk seni dan sains, terutama filsafat dan riset di Alexandria oleh Ptolemy
I Soter
pada tahun 280 SM.
Berdasarkan
Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 1995, museum adalah lembaga, tempat
penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil
hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya
perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Sedangkan menurut Intenasional
Council of Museum (ICOM) : dalam Pedoman Museum Indoneisa,2008. museum
adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani
masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, memperoleh, merawat,
menghubungkan dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan
lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan dan rekreasi.
Museum,
berdasarkan definisi yang diberikan International Council of Museums
disingkat ICOM, adalah institusi permanen, nirlaba,
melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha
pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda
nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan,
dan kesenangan. Karena itu ia bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi
kekhasan masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif pada masa depan
dan sejak tahun 1977 tiap tanggal 18 Mei diperingati sebagai hari Hari
Museum Internasional .
B. Sejarah Museum Indonesia
Museum
berkembang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan manusia semakin membutuhkan
bukti-bukti otentik mengenai catatan sejarah kebudayaan.
Museum Radya Pustaka merupakan museum yang pertama kali dibangun. Selain itu
dikenal pula Museum Gajah yang dikenal sebagai yang
terlengkap koleksinya di Indonesia, Museum Wayang, Persada
Soekarno,
Museum Tekstil serta Galeri Nasional Indonesia yang khusus menyajikan koleksi seni
rupa modern Indonesia.
Pada
awalnya, museum bermula sebagai tempat untuk menyimpan koleksi milik individu,
keluarga atau institusi kaya. Benda-benda yang disimpan biasanya merupakan
karya seni dan benda-benda yang langka, atau kumpulan benda alam dan artefak arkeologi.
Salah
satunya museum Sribaduga Bandung. Nama Sri Baduga
diambil dari nama depan Raja Pajajaran yaitu Sri Baduga Maharaja Ratu Haji I
Pakwan Pajajaran Sri Ratu Pakwan Pajajaran
Sri Ratu Dewata, yang bertahta tahun1482
- 1581 M.
Museum Sribaduga
Didirikan sejak tahun 1974 dan
diresmikan pada tanggal 5 Juni 1980, oleh mentri pendidikan dan Kebudayaan RI,
Dr. Daoed Joesoef, dengan nama Museum Negeri
Jawa Barat, tahun 1980 namanya ditambah Museum Negeri Provinsi Jawa Barat “ Sri
Baduga”
Semoga Bermanfaat
Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar